Lompat ke konten
Beranda » Jejak Konservasi » Pokmaswas Bali Gangga Lestari Bentuk Tim Pemantau Sarang Penyu

Pokmaswas Bali Gangga Lestari Bentuk Tim Pemantau Sarang Penyu

  • POKMASWAS 

Yeh Gangga – Warga pesisir Yeh Gangga di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, membentuk tim pemantau sarang penyu. Pemantauan ini untuk memperkuat upaya pelestarian satwa dilindungi tersebut.

Hingga pertengahan musim penyu tahun ini, 151 sarang berhasil diamankan oleh tim yang digerakkan secara swadaya oleh masyarakat.

Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Bali Gangga Lestari I Ketut Pinda mengatakan, pembentukan tim ini berawal dari program kerja sama dengan yayasan konservas. Dari kolaborasi tersebut, masyarakat kemudian membentuk tim khusus untuk melakukan patroli dan pemantauan sarang penyu, terutama pada malam hari.

“Patroli kami lakukan rutin saat musim penyu, dari April sampai September. Beberapa kali kami menemukan penyu mendarat untuk bertelur, lalu langsung kami amankan sarangnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan patroli tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan. Tim yang bertugas di pesisir kerap juga membantu dalam situasi darurat, termasuk saat terjadi insiden orang tenggelam.

Menurutnya, keberadaan tim sangat penting mengingat banyaknya ancaman terhadap telur penyu, seperti predator alami hingga anjing liar. Karena itu, setiap jejak penyu yang ditemukan di pantai langsung ditindaklanjuti dengan penggalian dan pengamanan telur ke lokasi konservasi.

“Sejauh ini astungkara penyu masih sering mendarat. Dukungan desa sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, tim yang sudah dibentuk tahun 2026 ini beranggotakan 15 orang relawan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka bekerja secara sukarela dengan sistem bergiliran, meskipun jadwal masih bersifat fleksibel. Ke depan, pihaknya tengah merancang sistem yang lebih terstruktur agar kegiatan patroli bisa berjalan lebih disiplin dan berkelanjutan.

“Selama ini masih berbasis kesadaran. Ke depan akan kami arahkan menjadi program yang lebih terjadwal,” jelas Pinda.

Upaya pelestarian penyu di Yeh Gangga sendiri telah dilakukan sejak 2015. Awalnya, pendekatan dilakukan kepada warga yang menemukan telur penyu agar bersedia menyerahkan ke konservasi. Bahkan dalam hal penyelamatan ini warga yang menemukan telur penyu diberilam riward. “Cara persuasif imi dinilai efektif dalam membangun kesadaran masyarakat,” katanya.

Dari data yang ada, jumlah telur yang berhasil diamankan tahun ini telah mencapai lebih dari 100 butir. Sementara pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 250 sarang penyu ditemukan di kawasan tersebut.

Ke depan, selain memperkuat patroli, masyarakat juga mendorong pengembangan kawasan berbasis ekowisata. “Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian penyu, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya Pinda yang juga Kelian Dinas Banjar Yeh Gangga ini.*